Gingivitis adalah peradangan pada gusi yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Jika tidak segera ditangani, gingivitis bisa berkembang menjadi infeksi yang lebih serius yang disebut periodontitis.
Menurut Asosiasi Dokter Gigi Amerika, gingivitis dan periodontitis merupakan penyebab utama gigi tanggal pada orang dewasa.
Jenis Infeksi Gusi
Gingivitis umumnya terjadi karena penumpukan plak di gigi. Selain kebersihan gigi dan mulut yang kurang baik, ada beberapa faktor lain yang bisa memicu kondisi ini, seperti:
-
Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti phenytoin, cyclosporine, calcium channel blocker, serta alat kontrasepsi (baik dalam bentuk pil maupun suntik). Obat-obatan ini bisa menyebabkan pertumbuhan jaringan gusi yang berlebihan sehingga plak sulit dibersihkan.
-
Kekurangan vitamin C yang parah (meskipun ini jarang terjadi di Amerika Serikat).
-
Perubahan hormon, misalnya saat kehamilan atau menopause.
-
Penyakit seperti leukemia.
-
Paparan logam berat seperti nikel (misalnya dari perhiasan).
-
Paparan bahan seperti bismuth, yang bisa ditemukan dalam beberapa jenis makeup.
Selain itu, ada juga jenis gingivitis yang tidak disebabkan oleh plak, misalnya:
-
Infeksi virus atau jamur tertentu, seperti thrush (infeksi jamur di mulut).
-
Gigi yang tumbuh tidak sempurna atau tertanam sebagian (kondisi ini bisa membuat gusi menutupi sebagian gigi, sehingga sisa makanan terjebak dan memicu peradangan).
Apa Penyebab Gingivitis?
Gusi sebenarnya menempel pada gigi di bagian yang lebih dalam dari garis gusi yang terlihat. Hal ini membentuk celah kecil yang disebut sulkus. Sisa makanan dan plak bisa masuk dan terperangkap di dalam celah ini, lalu memicu infeksi gusi atau gingivitis.
Plak sendiri adalah lapisan tipis berisi bakteri yang terus-menerus terbentuk di permukaan gigi. Jika tidak dibersihkan, plak bisa mengeras dan berubah menjadi karang gigi (tartar). Ketika plak ini menyebar ke bawah garis gusi, bisa terjadi infeksi pada gusi.
Jika dibiarkan, gingivitis bisa membuat gusi menjauh dari gigi, yang dapat menyebabkan:
-
kerusakan pada jaringan lunak dan tulang penyangga gigi,
-
gigi menjadi goyang dan tidak stabil,
-
bahkan gigi bisa tanggal jika infeksi semakin parah.
Faktor Risiko Gingivitis
Beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko terkena gingivitis atau periodontitis antara lain:
-
merokok atau mengunyah tembakau
-
diabetes
-
penggunaan obat tertentu, seperti:
-
pil KB
-
steroid
-
obat kejang
-
calcium channel blocker
-
kemoterapi
-
-
susunan gigi yang tidak rata
-
gigi tiruan atau alat gigi lain yang tidak pas
-
tambalan gigi yang rusak
-
kehamilan
-
faktor genetik
-
daya tahan tubuh yang lemah, misalnya pada penderita HIV
Apa Gejala Gingivitis dan Periodontitis?
Banyak orang tidak sadar bahwa mereka mengalami penyakit gusi. Gingivitis bisa saja terjadi tanpa menimbulkan gejala apa pun. Namun, berikut ini adalah tanda-tanda yang bisa muncul:
-
gusi tampak merah, bengkak, atau terasa sakit
-
gusi berdarah saat menyikat atau menggunakan benang gigi
-
gusi terlihat turun atau menjauh dari gigi
-
gigi terasa longgar
-
gigi terasa tidak pas saat menggigit
-
muncul nanah di antara gigi dan gusi
-
nyeri saat mengunyah
-
gigi menjadi lebih sensitif
-
gigi palsu sebagian tidak lagi pas dipakai
-
napas bau yang tidak hilang meskipun sudah menyikat gigi
Kapan Harus ke Dokter Gigi?
Segera periksa ke dokter gigi jika gusi kamu merah, bengkak, atau mudah berdarah. Gingivitis bisa disembuhkan jika ditangani sejak dini.
Cara Diagnosis Gingivitis
Dokter akan memeriksa gusi menggunakan alat khusus untuk mengukur celah antara gusi dan gigi (normalnya 1–3 mm). Rontgen mungkin diperlukan untuk melihat kerusakan tulang. Jika parah, kamu bisa dirujuk ke spesialis gusi (periodontis).
Cara Mengobati Gingivitis
-
Jaga kebersihan mulut: sikat gigi 2x sehari, gunakan benang gigi.
-
Berhenti merokok dan kontrol kondisi seperti diabetes.
-
Perawatan tambahan:
-
Pembersihan mendalam (scaling, root planing, laser)
-
Obat antiseptik atau antibiotik
-
Operasi gusi jika sudah parah (seperti flap surgery atau cangkok jaringan)
-
Pencegahan Gingivitis
-
Sikat gigi rutin dengan pasta gigi berfluoride
-
Flossing tiap hari
-
Periksa gigi secara berkala
-
Makan makanan sehat
Kesimpulan
Gingivitis adalah peradangan gusi yang umum terjadi, namun masih bisa disembuhkan jika ditangani sejak awal. Menjaga kebersihan gigi dan mulut secara rutin, berhenti merokok, serta memeriksakan diri ke dokter gigi saat muncul gejala seperti gusi bengkak atau berdarah adalah langkah penting untuk mencegah dan mengobati penyakit ini. Jika tidak ditangani, gingivitis bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, yaitu periodontitis, yang dapat menyebabkan gigi tanggal. Maka dari itu, perawatan dini sangat penting untuk menjaga kesehatan mulut jangka panjang.
