Serangan Migrain – Migrain bukan hanya penyebab “sakit kepala yang sangat parah,” melainkan kondisi neurologis yang bisa menimbulkan berbagai gejala. Selain sakit kepala yang hebat dan melemahkan, gejala lain yang bisa muncul antara lain:
-
Mual
-
Muntah
-
Kesulitan berbicara
-
Mati rasa atau kesemutan
-
Sensitif terhadap cahaya dan suara
Migrain sering kali terjadi turun-temurun dalam keluarga dan bisa dialami oleh segala usia. Wanita cenderung lebih sering didiagnosis migrain dibanding pria.
Diagnosis migrain dibuat berdasarkan riwayat kesehatan, gejala yang dilaporkan, dan dengan menyingkirkan kemungkinan penyebab lain. Migrain biasanya dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu episodik (terjadi sesekali) dan kronis (terjadi terus-menerus), serta dibedakan antara migrain tanpa aura dan dengan aura.
Bagaimana rasa migrain?
Orang menggambarkan rasa sakit migrain seperti:
-
Berdenyut
-
Berdebar-debar
-
Menusuk
-
Memukul
-
Sangat melemahkan
Rasanya juga bisa seperti sakit yang tumpul dan konstan. Rasa sakit ini mungkin awalnya ringan, tapi jika tidak diobati bisa menjadi sedang hingga sangat parah.
Sakit migrain biasanya terasa di area dahi dan umumnya hanya di salah satu sisi kepala, meskipun bisa juga terjadi di kedua sisi atau berpindah-pindah. Anak-anak lebih sering mengalami migrain di kedua sisi kepala.
Apa saja gejala migrain?
Gejala migrain bisa berbeda-beda tergantung jenis migrain dan fase serangan yang dialami:
-
Prodrome: Gejala ini muncul 1-2 hari sebelum sakit kepala. Bisa berupa keinginan makan tertentu, perubahan suasana hati atau energi, dan kaku di leher, serta gejala lainnya.
-
Aura: Sekitar satu dari empat orang dengan migrain mengalami aura, yaitu gejala sensorik (biasanya penglihatan) yang berlangsung 5-60 menit.
-
Sakit kepala: Kebanyakan orang merasakan sakit kepala yang bisa sangat parah dan berlangsung berjam-jam hingga beberapa hari. Pada fase ini, sensitivitas terhadap cahaya dan suara meningkat, disertai mual dan pusing.
-
Postdrome: Setelah sakit kepala mereda, mungkin masih ada perubahan suasana hati, kesulitan fokus, dan rasa lelah. Sakit kepala ringan dan tumpul juga bisa bertahan.
Durasi dan intensitas tiap fase bisa berbeda pada setiap orang. Tidak semua orang mengalami semua fase ini, dan kadang migrain bisa terjadi tanpa disertai sakit kepala sama sekali.
Apa penyebab migrain?
Para peneliti belum menemukan penyebab pasti migrain. Namun, para ahli percaya bahwa kombinasi faktor genetik, hormon, dan aktivitas otak yang tidak normal ikut berperan. Faktor-faktor ini kemungkinan memengaruhi sinyal saraf, zat kimia, dan pembuluh darah di otak.
Apa yang bisa memicu serangan migrain?
Lebih dari tiga perempat orang dengan migrain mengatakan bahwa ada hal tertentu yang memicu serangan migrain mereka. Pemicu ini bisa berasal dari makanan, perubahan lingkungan, atau kejadian lain.
Walau pemicu migrain berbeda-beda untuk tiap orang, pemicu yang sering dilaporkan meliputi:
-
Cahaya yang sangat terang
-
Panas yang ekstrem atau cuaca yang berubah-ubah
-
Dehidrasi (kekurangan cairan)
-
Perubahan tekanan udara
-
Perubahan hormon pada wanita, seperti fluktuasi estrogen dan progesteron saat menstruasi, kehamilan, atau menopause
-
Stres berlebihan
-
Suara keras
-
Aktivitas fisik yang sangat berat
-
Melewatkan makan
-
Pola tidur yang berubah
-
Penggunaan obat tertentu, seperti pil KB atau nitrogliserin
-
Bau yang tidak biasa
-
Makanan tertentu
-
Merokok
-
Minuman beralkohol
-
Perjalanan
Jika kamu mengalami serangan migrain, dokter mungkin akan meminta kamu untuk membuat jurnal sakit kepala. Dengan mencatat aktivitas, makanan yang dikonsumsi, dan obat-obatan yang dipakai sebelum serangan, kamu bisa lebih mudah mengetahui pemicu migrainmu.
Bagaimana pengobatan migrain?
Saat ini migrain belum ada obatnya, tapi dokter bisa membantu kamu mengelola kondisi ini. Pengobatan bisa berupa perubahan gaya hidup dan pemberian obat untuk mengurangi frekuensi serangan serta meredakan gejala saat migrain terjadi.
Rencana pengobatan disesuaikan dengan:
-
Usia kamu
-
Seberapa sering kamu mengalami serangan migrain
-
Jenis migrain yang kamu alami
-
Seberapa parah serangan migrain itu, seperti durasi, tingkat rasa sakit, dan seberapa sering migrain membuatmu tidak bisa pergi ke sekolah atau kerja
-
Apakah migrain disertai mual, muntah, atau gejala lain
-
Kondisi kesehatan lain dan obat-obatan yang kamu konsumsi
Rencana pengobatan bisa berupa gabungan dari:
-
Perubahan gaya hidup, seperti mengelola stres dan menghindari pemicu migrain
-
Obat bebas dan resep dokter
-
Alat neuromodulasi (alat untuk membantu mengatur sinyal saraf)
-
Terapi hormon jika serangan migrain berhubungan dengan siklus menstruasi
-
Perawatan alternatif, seperti meditasi, akupresur, atau akupunktur
-
Konseling
Obat pencegah migrain
Jika kamu mengalami serangan migrain beberapa kali dalam sebulan, obat pencegah bisa membantu mengurangi frekuensinya. Obat ini bisa berupa pil yang diminum setiap hari atau suntikan yang diberikan beberapa bulan sekali. Contohnya:
-
Beta-blocker, seperti propranolol
-
Obat antikonvulsan, seperti valproate (Depakote) dan topimarate (Topamax)
-
Antidepresan, seperti amitriptyline dan venlafaxine
-
Suntikan Botox
-
Antagonis CGRP (calcitonin gene-related peptide), seperti erenumab (Aimovig) dan fremanezumab (Ajovy)
Obat untuk meredakan migrain saat serangan
Saat gejala mulai muncul, kamu bisa mendapatkan bantuan dengan obat-obatan seperti:
-
Obat penghilang rasa sakit bebas, seperti NSAID atau acetaminophen (Tylenol)
-
Triptan, seperti sumatriptan (Imitrex), eletriptan (Relpax), dan rizatriptan (Maxalt)
-
Gepants, seperti ubrogepant (Ubrelvy) dan rimegepant (Nurtec ODT), yang merupakan obat anti-CGRP oral
-
Ergot alkaloid, seperti dihydroergotamine (DHE), meski ini obat lama
-
Obat anti-mual, seperti metoclopramide, chlorpromazine, dan prochlorperazine
Apakah ada cara alami di rumah untuk mengatasi migrain?
Kamu bisa mencoba beberapa cara di rumah yang mungkin membantu meredakan sakit migrain, seperti:
-
Berbaring di ruangan yang tenang dan gelap.
-
Memijat kulit kepala atau pelipis.
-
Meletakkan kain dingin di dahi atau belakang leher.
Apa saja jenis-jenis migrain?
International Headache Society (IHS) membagi migrain menjadi beberapa jenis, antara lain:
-
Migrain tanpa aura: Jenis migrain yang paling umum, juga dikenal sebagai “migrain biasa.”
-
Migrain dengan aura: Disebut juga “migrain klasik,” sekitar satu dari empat orang mengalami migrain dengan aura. Gejala aura bisa bertahan sampai 60 menit. Aura yang paling sering dialami berupa gangguan penglihatan, tapi ada juga yang mengalami gangguan sensorik, bicara, atau gerakan.
-
Migrain dengan aura batang otak (MBA): Dikenal juga sebagai “migrain basilar,” fase aura ditandai dengan gejala seperti pusing berputar (vertigo), bicara cadel, dan telinga berdenging (tinnitus), tapi tanpa gangguan gerak.
-
Migrain hemiplegik: Berbeda dengan MBA, jenis ini jarang terjadi dan disertai kelemahan otot (motorik) bersama gejala lain dari batang otak. Gejala motorik bisa bertahan sampai 72 jam dan sering turun-temurun dalam keluarga.
-
Migrain retina: Pada migrain retina, kamu mengalami gangguan penglihatan pada satu mata selama 5 sampai 60 menit sebelum sakit kepala muncul. Ada juga yang menyebutnya “migrain okular,” yang berarti migrain dengan gejala penglihatan, termasuk migrain retina atau migrain dengan aura.
-
Migrain diam (silent migraine): IHS menyebutnya “aura khas tanpa sakit kepala,” yang artinya ada gejala aura tapi tanpa rasa sakit kepala. Menurut American Migraine Foundation, migrain diam lebih sering terjadi pada orang yang mulai mengalami migrain setelah usia 40 tahun.
-
Migrain vestibular: Istilah ini lebih merujuk pada pusing berputar (vertigo) yang terjadi bersamaan dengan migrain, bukan jenis migrain tertentu. Vertigo adalah sensasi seolah dunia berputar di sekitarmu.
-
Migrain perut (abdominal migraine): Berbeda dengan migrain biasa, migrain ini menyerang perut, bukan kepala, dan lebih sering dialami oleh anak-anak.
Beberapa orang yang mengalami migrain bisa punya lebih dari satu jenis migrain sekaligus.
Bagaimana cara mencegah serangan migrain?
Jika dokter mendiagnosis kamu migrain, ada beberapa cara yang bisa membantu mencegah serangan migrain. Cara-cara ini bisa berbeda efektivitasnya untuk tiap orang, seperti:
-
Pelajari makanan, bau, dan situasi yang bisa memicu migrain, lalu usahakan untuk menghindarinya.
-
Pastikan tubuh selalu cukup cairan karena dehidrasi bisa menyebabkan pusing dan sakit kepala.
-
Hindari melewatkan waktu makan sebisa mungkin.
-
Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan.
-
Berhenti merokok.
-
Kurangi stres dalam hidupmu.
-
Luangkan waktu dan usaha untuk belajar teknik relaksasi.
-
Rutin berolahraga.
Kesimpulan
Migrain adalah kondisi neurologis yang bisa menimbulkan sakit kepala parah dan berbagai gejala lain seperti mual, sensitif terhadap cahaya, dan gangguan penglihatan. Penyebab serangan migrain belum pasti, tapi dipengaruhi oleh faktor genetik, hormon, dan aktivitas otak. Ada beberapa jenis migrain, termasuk migrain dengan dan tanpa aura, serta jenis khusus lainnya. Menghindari pemicu seperti stres, makanan tertentu, dan pola tidur yang buruk bisa membantu mencegah serangan migrain. Meski belum ada obatnya, migrain bisa dikelola dengan pengobatan, perubahan gaya hidup, dan perawatan lain agar kualitas hidup tetap baik.
