Nyeri Sendi – Sendi adalah bagian tubuh tempat tulang-tulang bertemu. Sendi memungkinkan tulang bergerak sehingga tubuh dapat beraktivitas. Contoh sendi dalam tubuh antara lain:
-
bahu
-
pinggul
-
siku
-
lutut
Nyeri sendi adalah rasa tidak nyaman, pegal, atau sakit pada bagian sendi. Kondisi ini cukup umum dialami banyak orang dan biasanya tidak memerlukan perawatan di rumah sakit.
Kadang, nyeri sendi muncul akibat penyakit atau cedera. Arthritis (radang sendi) adalah salah satu penyebab yang sering ditemui. Namun, ada juga berbagai kondisi dan faktor lain yang dapat memicu nyeri sendi.
Apa penyebab nyeri sendi?
Arthritis (Radang Sendi)
Penyebab paling umum dari nyeri sendi adalah arthritis. Ada dua jenis utama arthritis, yaitu:
-
Osteoarthritis (OA)
Menurut American College of Rheumatology, OA paling sering menyerang orang berusia di atas 40 tahun. Penyakit ini berkembang secara perlahan dan biasanya memengaruhi sendi yang sering digunakan, seperti:-
pergelangan tangan
-
tangan
-
pinggul
-
lutut
-
Nyeri sendi akibat OA terjadi karena kerusakan tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan dan peredam kejut di sendi.
-
Rheumatoid Arthritis (RA)
Menurut Arthritis Foundation, RA memengaruhi sekitar 1,5 juta orang di Amerika dan lebih sering terjadi pada wanita daripada pria.
RA dapat merusak bentuk dan fungsi sendi seiring waktu. Penyakit ini menyebabkan nyeri, peradangan, dan penumpukan cairan di sendi karena sistem kekebalan tubuh menyerang lapisan sendi itu sendiri.
Penyebab Lain Nyeri Sendi
Selain arthritis, nyeri sendi juga bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti:
-
Bursitis – peradangan bantalan pelindung di sekitar sendi
-
Lupus
-
Asam urat (Gout)
-
Penyakit infeksi, seperti gondongan, flu, atau hepatitis
-
Chondromalacia patella – kerusakan tulang rawan di tempurung lutut
-
Cedera pada sendi
-
Tendinitis – peradangan pada tendon (jaringan yang menghubungkan otot ke tulang)
-
Infeksi pada tulang atau sendi
-
Penggunaan sendi yang berlebihan
-
Kanker
-
Fibromyalgia – kondisi yang menyebabkan nyeri otot dan sendi menyebar
-
Osteoporosis – tulang rapuh dan mudah retak
-
Sarcoidosis – peradangan pada organ dan jaringan tubuh
-
Rickets (Rakitis) – kelainan tulang akibat kekurangan vitamin D
Apa saja gejala nyeri sendi?
Dalam beberapa kasus, nyeri sendi bisa membuat Anda perlu menemui dokter. Buatlah janji dengan dokter jika Anda tidak tahu penyebab nyeri sendi yang Anda alami dan muncul gejala-gejala lain yang tidak jelas.
Segera periksakan diri ke dokter jika:
-
Area di sekitar sendi terasa bengkak, merah, nyeri saat disentuh, atau terasa hangat.
-
Nyeri sendi berlangsung lebih dari tiga hari.
-
Anda mengalami demam tanpa gejala flu lainnya.
Pergilah ke unit gawat darurat jika:
-
Anda mengalami cedera serius.
-
Sendi terlihat berubah bentuk.
-
Bengkak di sendi muncul tiba-tiba.
-
Sendi benar-benar tidak bisa digerakkan.
-
Nyeri sendi terasa sangat hebat.
Bagaimana cara mengobati nyeri sendi?
Perawatan di rumah
Dokter menganggap osteoarthritis (OA) dan rheumatoid arthritis (RA) sebagai kondisi kronis. Saat ini belum ada pengobatan yang benar-benar dapat menghilangkan nyeri sendi akibat arthritis atau mencegahnya datang kembali. Namun, ada beberapa cara untuk mengelola nyeri, antara lain:
-
Menggunakan obat pereda nyeri oles atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk mengurangi nyeri, bengkak, dan peradangan.
-
Tetap aktif bergerak dengan mengikuti program olahraga ringan atau sedang.
-
Lakukan peregangan sebelum berolahraga untuk menjaga kelenturan sendi.
-
Jaga berat badan tetap ideal agar sendi tidak terbebani terlalu berat.
-
Jika nyeri sendi bukan karena arthritis, Anda bisa mencoba obat antiinflamasi tanpa resep, pijat, mandi air hangat, sering melakukan peregangan, dan istirahat yang cukup.
Perawatan medis
Cara pengobatan medis akan tergantung pada penyebab nyeri sendi Anda. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin perlu mengeluarkan cairan yang menumpuk di sendi untuk memeriksa apakah ada infeksi, asam urat, atau penyebab lain dari nyeri sendi. Dokter juga bisa merekomendasikan operasi untuk mengganti sendi yang rusak.
Metode pengobatan nonbedah lainnya dapat mencakup perubahan gaya hidup atau penggunaan obat-obatan yang bisa membantu rheumatoid arthritis (RA) masuk ke fase remisi. Pada RA, dokter akan fokus meredakan peradangan terlebih dahulu. Setelah RA masuk remisi, perawatan medis akan berfokus pada pengendalian penyakit agar tidak kambuh lagi.
Kesimpulan
Nyeri sendi adalah keluhan umum yang bisa dialami siapa saja, mulai dari rasa pegal ringan hingga nyeri hebat yang mengganggu aktivitas. Penyebabnya beragam, mulai dari arthritis, cedera, hingga kondisi medis tertentu. Penanganan nyeri sendi bisa dilakukan di rumah dengan olahraga ringan, menjaga berat badan, atau menggunakan obat pereda nyeri, namun jika nyeri berlangsung lama atau disertai bengkak dan demam, segera periksakan diri ke dokter. Dengan mengenali penyebab dan cara mengatasinya sejak dini, Anda dapat menjaga kesehatan sendi dan mencegah kerusakan yang lebih serius di masa depan.
