Apa itu hepatitis C?
Hepatitis C adalah peradangan pada organ hati yang terjadi setelah seseorang terkena virus hepatitis C (HCV). Virus ini menyebar melalui darah, jadi hanya bisa menular atau tertular lewat kontak dengan darah yang sudah terinfeksi.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 58 juta orang di seluruh dunia hidup dengan hepatitis C kronis.
Di Amerika Serikat, hepatitis C termasuk jenis hepatitis yang paling umum, bersama dengan hepatitis A dan B. Saat ini sudah ada vaksin untuk mencegah hepatitis A dan B, tetapi belum ada vaksin untuk hepatitis C.
Tahapan Hepatitis C
Hepatitis C terbagi menjadi dua tahap, yaitu akut dan kronis:
-
Hepatitis C akut adalah 6 bulan pertama setelah terinfeksi. Umumnya, tidak menimbulkan gejala. Jika pun muncul, gejalanya bisa terjadi 2–12 minggu setelah terpapar, dan bisa hilang dengan sendirinya.
-
Hepatitis C kronis berkembang perlahan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Banyak orang tidak merasakan gejalanya sampai kondisi hati sudah cukup parah.
Jika tidak ditangani, hepatitis C bisa menyebabkan komplikasi serius dan berbahaya, seperti:
-
Jaringan parut pada hati (sirosis)
-
Gagal hati
-
Kanker hati
Apa Saja Gejala Hepatitis C?
Gejala bisa muncul antara 2 hingga 12 minggu setelah terpapar virus. Enam bulan pertama setelah infeksi disebut tahap akut.
Gejala hepatitis C akut meliputi:
-
Demam
-
Mudah lelah
-
Mual atau nyeri perut
-
Kehilangan nafsu makan
-
Kulit dan mata menguning (penyakit kuning)
Jika virus tidak hilang dari tubuh, maka hepatitis C akut bisa berubah menjadi hepatitis C kronis. Diperkirakan 55–85% orang yang terinfeksi HCV akan mengalami tahap kronis ini.
Gejala hepatitis C kronis bisa berupa:
-
Sulit berkonsentrasi atau mudah lupa (sering disebut brain fog)
-
Susah tidur
-
Tubuh terasa lemah
-
Nyeri otot dan sendi
-
Perubahan suasana hati seperti cemas atau depresi
-
Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
Gejala ini bisa muncul terus-menerus atau datang dan pergi.
Jika hepatitis C sudah menyebabkan kerusakan pada hati, kamu mungkin juga mengalami:
-
Perut kembung, sakit, atau gangguan pencernaan
-
Pembengkakan di kaki atau telapak kaki (edema)
-
Warna tinja jadi pucat atau abu-abu
-
Urine berwarna lebih gelap dari biasanya
Apa Penyebab Hepatitis C dan Siapa yang Berisiko?
Hepatitis C adalah penyakit pada hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis C (HCV). Virus ini menyebar melalui kontak darah ke darah.
Penularan bisa terjadi karena:
-
Menggunakan jarum suntik, alat hisap, atau perlengkapan lain yang tidak steril
-
Proses kehamilan atau saat melahirkan
-
Berhubungan seks (oral, vaginal, atau anal) tanpa kondom atau pelindung lain
-
Menato atau menindik tubuh dengan alat yang tidak steril
-
Berbagi barang pribadi seperti pisau cukur atau sikat gigi
Orang yang berisiko tinggi tertular HCV antara lain:
-
Pernah menggunakan narkoba suntik
-
Memiliki pasangan seksual yang mengidap hepatitis C
-
Mengidap HIV
-
Menjalani cuci darah (hemodialisis) dalam waktu lama
-
Pernah menerima transfusi darah atau transplantasi organ sebelum tahun 1992
-
Pernah menerima produk darah tertentu sebelum tahun 1987
Kalau kamu merasa pernah terpapar virus hepatitis C, segera konsultasikan dengan dokter. Perlu diketahui juga, seseorang bisa tertular virus hepatitis C lebih dari satu kali.
Bagaimana Cara Mengobati Hepatitis C?
Pengobatan hepatitis C dilakukan dengan obat minum yang disebut direct-acting antivirals (DAA). Obat ini bekerja dengan menghilangkan virus HCV dari tubuh dan mencegah kerusakan hati lebih lanjut.
Biasanya, dokter meresepkan dua atau lebih jenis DAA secara bersamaan. Ada juga obat kombinasi dalam satu tablet yang mengandung beberapa DAA sekaligus.
Beberapa nama merek obat yang umum digunakan:
-
Zepatier
-
Harvoni
-
Epclusa
-
Vosevi
-
Mavyret
Lama pengobatan biasanya 12 sampai 24 minggu, tergantung kondisi pasien.
Bagaimana Cara Mencegah Penularan Hepatitis C?
Saat ini belum ada vaksin untuk hepatitis C, walaupun penelitian masih terus dilakukan.
Cara terbaik untuk mencegah penularan hepatitis C adalah menghindari kontak dengan darah orang lain. Kamu bisa melindungi diri dengan:
-
Tidak berbagi pisau cukur, gunting kuku, sikat gigi, jarum suntik, atau alat suntik lainnya
-
Hanya membuat tato atau tindik di tempat yang sudah punya izin resmi dan alatnya steril
-
Memakai sarung tangan saat membersihkan luka atau merawat orang lain
-
Menggunakan kondom atau alat pengaman lain saat berhubungan seks
Jika kamu merasa bisa saja sudah tertular hepatitis C, segera lakukan tes. Deteksi dini bisa membantu pengobatan lebih cepat dan mencegah kamu menularkan virus ini ke orang lain.
Hepatitis C adalah penyakit serius yang menyerang hati akibat infeksi virus HCV dan ditularkan melalui kontak darah. Penyakit ini bisa tidak menunjukkan gejala di awal, namun jika dibiarkan dapat menyebabkan kerusakan hati kronis seperti sirosis, gagal hati, hingga kanker hati. Penularannya bisa terjadi lewat penggunaan jarum tidak steril, hubungan seksual tanpa kondom, dan berbagi barang pribadi seperti pisau cukur atau sikat gigi.
Saat ini belum ada vaksin untuk mencegah hepatitis C, namun pengobatan modern dengan obat antivirus (DAA) sangat efektif menyembuhkan infeksi ini dalam waktu 12–24 minggu. Pencegahan terbaik adalah dengan menjaga kebersihan, tidak berbagi alat pribadi, dan selalu memastikan prosedur medis maupun kosmetik dilakukan di tempat yang aman dan steril.
Jika Anda merasa pernah terpapar risiko, segera lakukan pemeriksaan hepatitis C agar bisa ditangani lebih awal dan tidak menularkan ke orang lain.
