Apa Itu Jamur Kuku?
Infeksi jamur bisa menyerang bagian tubuh mana saja. Jamur sebenarnya hidup secara alami di dalam dan di permukaan tubuh, bersama dengan berbagai jenis bakteri. Namun, jika jumlah jamur berkembang terlalu banyak, bisa terjadi infeksi.
Onikomikosis (juga dikenal sebagai tinea unguium) adalah infeksi jamur yang menyerang kuku jari tangan atau kaki. Infeksi ini biasanya berkembang secara perlahan, sehingga perubahan pada bentuk atau warna kuku bisa jadi sangat halus dan sulit dikenali di awal.
Kenapa Infeksi Ini Bisa Terjadi?
Infeksi jamur kuku disebabkan oleh pertumbuhan jamur yang berlebihan di dalam, di bawah, atau pada permukaan kuku. Jamur menyukai lingkungan yang hangat dan lembap—kondisi seperti ini membuat jamur lebih mudah berkembang biak. Jamur yang menyebabkan kutu air, kurap, dan gatal di selangkangan juga bisa menjadi penyebab infeksi kuku.
Jamur yang sudah ada di tubuh kita bisa menjadi pemicu infeksi kuku, terutama jika daya tahan tubuh melemah atau kebersihan tidak terjaga. Selain itu, kamu juga bisa tertular jika bersentuhan dengan orang yang sudah terinfeksi.
Infeksi jamur lebih sering terjadi pada kuku kaki dibandingkan kuku tangan. Ini karena jari-jari kaki biasanya tertutup sepatu, yang menciptakan lingkungan hangat dan lembap—tempat ideal bagi jamur untuk tumbuh.
Jika kamu sering melakukan manikur atau pedikur di salon, pastikan untuk menanyakan bagaimana cara mereka membersihkan alat-alatnya dan seberapa sering itu dilakukan. Alat seperti gunting kuku dan amplas kuku bisa menyebarkan jamur dari satu orang ke orang lain jika tidak disterilkan dengan baik.
Siapa Saja yang Berisiko Mengalami Infeksi Jamur pada Kuku?
Ada banyak penyebab infeksi jamur kuku , dan masing-masing memerlukan penanganan yang berbeda. Meskipun sebagian besar penyebabnya bisa dicegah, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena infeksi ini. Kamu lebih berisiko terkena infeksi jamur kuku jika:
-
Mengidap diabetes
-
Mempunyai masalah sirkulasi darah
-
Berusia di atas 65 tahun
-
Menggunakan kuku palsu
-
Sering berenang di kolam renang umum
-
Pernah mengalami cedera pada kuku
-
Ada luka di sekitar kuku
-
Jari tangan atau kaki sering dalam keadaan basah dalam waktu lama
-
Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
-
Sering memakai sepatu tertutup seperti sneakers atau sepatu boots
Infeksi kuku jamur juga lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita, dan lebih banyak menyerang orang dewasa daripada anak-anak. Jika ada anggota keluarga yang sering mengalami infeksi jamur, kemungkinan kamu juga lebih mudah tertular.
Orang lanjut usia punya risiko lebih tinggi karena aliran darah yang kurang lancar, dan pertumbuhan kuku yang makin lambat serta menebal seiring bertambahnya usia.
Seperti Apa Bentuk Infeksi Jamur pada Kuku?
Infeksi jamur bisa menyerang sebagian kecil kuku, seluruh kuku, atau bahkan beberapa kuku sekaligus.
Tanda-tanda umum infeksi jamur kuku antara lain:
-
Kuku berubah bentuk dan terlihat terangkat dari dasar kuku
-
Muncul bau tidak sedap dari kuku yang terinfeksi
-
Kuku menjadi rapuh, menebal, atau mudah hancur
Jenis-Jenis Infeksi Jamur pada Kuku yang Umum Terjadi
- Infeksi Distal Subungual
Jenis ini paling sering ditemukan dan bisa menyerang kuku jari tangan maupun kaki. Ciri khasnya adalah bagian tepi kuku terlihat bergerigi dengan garis putih atau kuning yang melintang di kuku. Jamur menyerang bagian bawah kuku dan dasar kuku (nail bed). - Infeksi Putih Superfisial
Biasanya hanya terjadi pada kuku kaki. Jenis jamur tertentu menyerang lapisan atas kuku dan membentuk bintik-bintik putih yang jelas. Lama-kelamaan, seluruh permukaan kuku bisa tertutup bercak putih, terasa kasar, mudah rapuh, dan terkelupas. Kuku bisa terlihat berlubang-lubang atau bersisik. - Infeksi Proksimal Subungual
Jenis ini lebih jarang, tapi bisa menyerang kuku jari tangan maupun kaki. Gejalanya adalah muncul bintik kuning di pangkal kuku yang kemudian menyebar ke atas. Umumnya terjadi pada orang dengan daya tahan tubuh lemah atau setelah mengalami luka kecil di area kuku. - Infeksi Candida (Jamur Ragi)
Disebabkan oleh ragi Candida, infeksi ini sering terjadi pada kuku yang sebelumnya sudah rusak karena luka atau infeksi lain. Lebih sering menyerang kuku tangan, terutama pada orang yang sering merendam tangan di air.
Infeksi biasanya dimulai dari area kutikula (pangkal kuku) yang terlihat merah, bengkak, dan terasa nyeri saat disentuh. Kuku bisa terlepas sebagian dari dasar kuku, atau bahkan copot seluruhnya.
Bagaimana Cara Mengetahui Jika Saya Terkena Infeksi Jamur pada Kuku?
Gejala infeksi jamur kuku bisa mirip dengan infeksi kuku lainnya, jadi satu-satunya cara pasti untuk mengetahui apakah kamu benar-benar terinfeksi jamur adalah dengan memeriksakan diri ke dokter. Dokter biasanya akan mengambil sedikit sampel dari kuku yang terinfeksi, lalu melihatnya di bawah mikroskop untuk mencari tanda-tanda jamur.
Dalam beberapa kasus, sampel kuku bisa dikirim ke laboratorium untuk dianalisis lebih lanjut guna mengetahui jenis jamur yang menyebabkan infeksi.
Bagaimana Cara Mengobati Infeksi Jamur pada Kuku?
Obat bebas yang dijual di pasaran umumnya tidak disarankan karena hasilnya sering kali tidak efektif. Dokter biasanya akan meresepkan obat antijamur yang diminum, seperti:
-
Terbinafine (Lamisil)
-
Itraconazole (Sporanox)
-
Fluconazole (Diflucan)
-
Griseofulvin (Gris-PEG)
Selain itu, dokter juga bisa meresepkan obat antijamur berbentuk cairan atau cat kuku khusus (antifungal nail lacquer) yang dioleskan langsung ke permukaan kuku, mirip seperti memakai kuteks.
Lama pengobatan tergantung pada jenis jamur penyebab infeksi dan seberapa parah kondisi kuku. Beberapa orang mungkin harus menggunakan obat selama beberapa bulan. Namun, obat oles biasanya kurang efektif untuk mengatasi infeksi jamur di kuku kaki.
Perlu diingat, pengobatan tidak selalu bisa menghilangkan jamur sepenuhnya. Dalam beberapa kasus, komplikasi juga bisa terjadi.
Tips Mencegah Infeksi Jamur pada Kuku
Mengubah beberapa kebiasaan kecil bisa membantu mencegah infeksi jamur di kuku. Merawat kuku dengan baik, seperti memotongnya secara teratur dan menjaga kebersihannya, adalah langkah penting untuk mencegah infeksi.
Hindari juga melukai kulit di sekitar kuku. Jika kamu harus berurusan dengan air atau tangan lembap dalam waktu lama, sebaiknya gunakan sarung tangan karet untuk melindungi tangan.
Beberapa tips lainnya untuk mencegah infeksi jamur kuku :
-
Cuci tangan setelah menyentuh kuku yang terinfeksi
-
Keringkan kaki dengan baik setelah mandi, terutama di sela-sela jari
-
Lakukan manikur atau pedikur di salon yang terpercaya dan bersih
-
Hindari berjalan tanpa alas kaki di tempat umum
-
Kurangi penggunaan kuku palsu dan kuteks terlalu sering
Kesimpulan
Infeksi jamur kuku adalah kondisi umum yang bisa menyerang kuku tangan maupun kaki, terutama jika kuku sering berada dalam kondisi lembap dan tertutup. Gejalanya bisa mirip dengan masalah kuku lainnya, jadi pemeriksaan dokter sangat penting untuk memastikan diagnosis yang tepat. Pengobatan biasanya memerlukan resep obat antijamur oral atau oles, dan butuh waktu cukup lama hingga kuku pulih sepenuhnya.
Karena pengobatan tidak selalu menjamin kesembuhan total dan bisa memunculkan komplikasi, pencegahan adalah langkah terbaik. Menjaga kebersihan kuku, menghindari cedera di sekitar kuku, serta memastikan alat manicure dan pedicure steril adalah cara efektif untuk mencegah infeksi jamur muncul atau kambuh kembali.
