Hernia adalah kondisi ketika organ dalam tubuh menonjol keluar melalui celah atau bagian otot atau jaringan yang melemah. Misalnya, usus bisa menembus dinding perut yang lemah.

Kebanyakan hernia muncul di area perut antara dada dan pinggul, tapi juga bisa terjadi di paha atas atau selangkangan.

Hernia biasanya tidak langsung membahayakan nyawa, tapi juga tidak bisa sembuh dengan sendirinya. Dalam beberapa kasus, hernia perlu dioperasi agar tidak menyebabkan komplikasi yang berbahaya.

Jenis-Jenis Hernia

Berikut ini beberapa jenis hernia yang paling umum:

1. Hernia Inguinal

Ini adalah jenis hernia yang paling sering terjadi. Hernia ini muncul saat usus menonjol melalui area otot yang lemah di bagian bawah perut, biasanya di saluran inguinal (saluran di area selangkangan).

Pada pria, saluran ini adalah tempat lewatnya tali sperma dari perut ke skrotum. Pada wanita, saluran ini membawa ligamen (jaringan ikat) yang membantu menahan rahim tetap di tempatnya.

Hernia ini lebih sering terjadi pada pria karena setelah lahir, testis turun melalui saluran ini dan biasanya saluran akan menutup. Tapi jika tidak menutup sempurna, bisa muncul hernia. Meski lebih sering terjadi pada pria, wanita juga bisa mengalaminya.

2. Hernia Hiatal

Terjadi saat bagian atas lambung terdorong naik ke rongga dada melalui celah pada otot diafragma. Diafragma adalah otot yang membantu kita bernapas dan memisahkan organ di perut dari organ di dada.

Hernia ini lebih umum terjadi pada orang di atas usia 50 tahun. Bila dialami oleh anak-anak, biasanya karena kelainan sejak lahir.

Hernia hiatal sering menyebabkan GERD (penyakit asam lambung), di mana isi lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan rasa terbakar. Penanganannya bisa berupa diet khusus, menghindari aktivitas tertentu, atau operasi bila diperlukan.

3. Hernia Umbilikalis (Pusar)

Jenis ini sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Hernia muncul saat usus menonjol di dekat pusar. Biasanya terlihat benjolan di area pusar saat anak menangis.

Ini adalah satu-satunya jenis hernia yang bisa hilang sendiri seiring pertumbuhan otot perut, biasanya saat anak berusia 1–2 tahun. Jika masih ada setelah usia 5 tahun, dokter mungkin menyarankan operasi.

Orang dewasa juga bisa mengalami hernia pusar, terutama akibat tekanan berulang pada perut, seperti karena obesitas, cairan di perut (asites), atau kehamilan.

4. Hernia Ventral

Terjadi ketika jaringan dalam tubuh menonjol keluar melalui otot perut. Hernia ini bisa mengecil saat Anda berbaring.

Meski bisa hadir sejak lahir, jenis ini lebih sering terjadi karena faktor-faktor seperti:

  • Kegemukan

  • Kehamilan

  • Aktivitas fisik berat

Hernia ini juga bisa muncul di bekas luka operasi dan disebut hernia insisional. Biasanya disebabkan oleh otot perut yang lemah setelah operasi.

Sebagian besar hernia ventral perlu dioperasi karena bisa menyebabkan komplikasi serius seperti hernia terjepit (strangulasi) jika tidak ditangani.

Gejala Hernia

Gejala hernia yang paling umum adalah munculnya benjolan atau tonjolan di area yang terkena. Misalnya, pada hernia inguinal, bisa terlihat benjolan di dekat tulang kemaluan, di antara selangkangan dan paha.

Benjolan ini bisa menghilang saat Anda berbaring. Tapi akan terasa atau muncul saat berdiri, membungkuk, atau batuk.

Gejala lain bisa berupa rasa tidak nyaman atau nyeri di sekitar benjolan.

Beberapa jenis hernia seperti hernia hiatal punya gejala yang lebih spesifik, seperti:

  • Rasa panas di dada (heartburn)

  • Sulit menelan

  • Nyeri atau rasa terbakar di dada

Dalam banyak kasus, hernia tidak menimbulkan gejala apa pun. Anda mungkin baru mengetahuinya saat menjalani pemeriksaan medis untuk hal lain atau saat check-up rutin.

Penyebab Hernia

Hernia terjadi karena gabungan antara otot yang melemah dan tekanan berlebihan pada tubuh. Hernia bisa muncul dengan cepat atau berkembang perlahan tergantung pada penyebabnya.

Beberapa penyebab umum otot melemah atau tekanan berlebih yang bisa memicu hernia antara lain:

  • Kelainan bawaan sejak lahir (terjadi saat masih dalam kandungan)

  • Proses penuaan

  • Cedera atau bekas operasi

  • Olahraga berat atau mengangkat beban terlalu berat

  • Batuk kronis atau penyakit paru-paru kronis (seperti COPD)

  • Kehamilan, terutama kehamilan berulang

  • Sembelit, karena mengejan terlalu kuat saat buang air besar

  • Berat badan berlebih atau obesitas

  • Penumpukan cairan di perut (asites), bisa terjadi bila fungsi hati terganggu

Beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan kemungkinan terkena hernia antara lain:

  • Lahir prematur atau berat badan lahir rendah

  • Usia di atas 50 tahun

  • Batuk kronis yang terus-menerus

  • Fibrosis kistik

  • Kehamilan

  • Sembelit kronis

  • Obesitas atau kelebihan berat badan

  • Merokok, karena bisa melemahkan jaringan ikat

  • Riwayat hernia dalam keluarga atau pernah mengalami hernia sebelumnya

Pengobatan Hernia

Satu-satunya cara yang benar-benar efektif untuk menyembuhkan hernia adalah dengan operasi. Namun, tidak semua orang langsung memerlukan operasi. Dokter akan mempertimbangkan ukuran hernia dan seberapa parah gejalanya.

Jika gejala masih ringan, dokter mungkin menyarankan untuk mengamati terlebih dahulu dan melihat apakah ada perkembangan. Pendekatan ini disebut watchful waiting (menunggu dengan pemantauan).

Dalam beberapa kasus, memakai truss (semacam penyangga khusus seperti korset) bisa membantu menahan hernia agar tidak makin parah. Namun, penggunaannya harus sesuai anjuran dokter agar pas dan aman digunakan.

Untuk hernia hiatal, gejala bisa dikurangi dengan obat pereda asam lambung, baik yang dijual bebas maupun dengan resep dokter. Beberapa jenis obat yang bisa digunakan meliputi:

  • Antasida (pereda asam lambung cepat)

  • H2 receptor blockers

  • Proton pump inhibitors (PPI)

Perawatan Rumahan untuk Hernia

Perawatan rumahan tidak bisa menyembuhkan hernia, tetapi bisa membantu mengurangi gejalanya.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan di rumah:

  • Perbanyak makan makanan berserat, seperti biji-bijian utuh, buah, dan sayuran. Ini bisa membantu mengatasi sembelit dan mengurangi risiko mengejan saat buang air besar, yang bisa memperburuk hernia.

  • Perubahan pola makan bisa membantu pada hernia hiatal. Tipsnya antara lain:

    • Hindari makan dalam porsi besar atau makanan berat

    • Jangan langsung berbaring atau membungkuk setelah makan

    • Jaga berat badan tetap ideal

    • Hindari makanan yang bisa menyebabkan asam lambung naik, seperti makanan pedas atau berbahan dasar tomat

  • Berhenti merokok juga bisa membantu karena merokok bisa memperlemah jaringan tubuh dan memperburuk gejala.

Kesimpulan

Hernia adalah kondisi ketika organ dalam tubuh menonjol keluar melalui otot atau jaringan yang melemah. Penyebabnya bisa karena faktor bawaan sejak lahir, penuaan, cedera, kehamilan, obesitas, sembelit kronis, hingga kebiasaan merokok. Gejalanya sering ditandai dengan munculnya benjolan dan rasa tidak nyaman di area yang terkena.

Satu-satunya cara untuk benar-benar mengatasi hernia adalah dengan operasi, namun dalam beberapa kasus, hernia bisa dipantau terlebih dahulu tanpa tindakan langsung. Obat-obatan dan perubahan gaya hidup juga bisa membantu meredakan gejala, terutama pada hernia hiatal.

Menjaga pola makan sehat, menghindari aktivitas yang menekan perut, dan berhenti merokok adalah langkah penting dalam mencegah hernia memburuk. Jika Anda merasa memiliki gejala hernia, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat sebelum terjadi komplikasi serius.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *