Demam, yang juga dikenal sebagai hipertermia, pireksia, atau suhu tubuh yang meningkat, adalah kondisi ketika suhu tubuh lebih tinggi dari biasanya. Demam bisa terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa.

Kenaikan suhu tubuh dalam jangka pendek sebenarnya bisa membantu tubuh melawan infeksi. Tapi, jika demamnya sangat tinggi, hal itu bisa menjadi tanda dari masalah kesehatan serius yang perlu ditangani segera oleh tenaga medis.

Ciri-Ciri Demam

Mengenali demam sejak awal bisa membantumu mendapatkan perawatan dan pemantauan yang tepat. Suhu tubuh normal umumnya sekitar 98,6°F (37°C), tapi bisa sedikit berbeda pada tiap orang.

Suhu tubuh juga bisa berubah tergantung waktu. Biasanya lebih rendah di pagi hari dan meningkat di sore hingga malam hari. Selain itu, faktor seperti siklus menstruasi atau olahraga berat juga bisa memengaruhi suhu tubuh.

Untuk mengecek suhu tubuh kamu atau anak, kamu bisa menggunakan termometer oral (mulut), rektal (dubur), atau aksila (ketiak).

  • Termometer oral digunakan dengan cara diletakkan di bawah lidah selama 3 menit.

  • Termometer oral juga bisa digunakan di ketiak. Letakkan termometer di ketiak, lalu silangkan lengan di depan dada. Tunggu 4–5 menit sebelum dilepas.

  • Untuk bayi, biasanya digunakan termometer rektal. Caranya:

    • Oleskan sedikit petroleum jelly di ujung termometer.

    • Baringkan bayi dengan posisi tengkurap, lalu masukkan termometer secara perlahan sekitar 2,5 cm ke dalam duburnya.

    • Pegang termometer dan bayi agar tetap diam selama minimal 3 menit.

Batas suhu yang menunjukkan demam:

  • Bayi: suhu lebih dari 100,4°F (38°C)

  • Anak-anak: suhu lebih dari 99,5°F (37,5°C)

  • Dewasa: suhu lebih dari 99–99,5°F (37,2–37,5°C)

Apa Penyebab Demam?

Demam terjadi saat bagian otak yang disebut hipotalamus menaikkan suhu tubuh dari batas normal. Saat ini terjadi, kamu bisa merasa kedinginan, menggigil, dan menambah pakaian untuk menghangatkan diri—yang akhirnya membuat suhu tubuh naik.

Beberapa penyebab umum demam antara lain:

  1. Infeksi, seperti flu dan pneumonia

  2. Imunisasi tertentu (pada anak), seperti vaksin difteri atau tetanus

  3. Tumbuh gigi (pada bayi)

  4. Penyakit peradangan, seperti rematik atau penyakit Crohn

  5. Penggumpalan darah

  6. Terbakar matahari yang parah

  7. Keracunan makanan

  8. Beberapa obat, seperti antibiotik

Jika demam disebabkan oleh kondisi tertentu, kamu mungkin juga mengalami gejala tambahan seperti:

  • Berkeringat

  • Menggigil

  • Sakit kepala

  • Nyeri otot

  • Hilang nafsu makan

  • Kekurangan cairan (dehidrasi)

  • Tubuh terasa lemah secara umum

Cara Mengatasi Demam di Rumah

Perawatan demam tergantung pada seberapa parah kondisinya. Demam ringan tanpa gejala lain biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus. Cukup dengan minum banyak air dan istirahat yang cukup, tubuh biasanya bisa melawan infeksi penyebab demam.

Kalau demam disertai gejala ringan seperti tubuh tidak nyaman atau mulai dehidrasi, beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakan suhu tubuh antara lain:

  • Pastikan suhu ruangan nyaman bagi orang yang sedang istirahat.

  • Mandi seperti biasa atau gunakan spons dengan air hangat (bukan dingin).

  • Minum obat penurun demam seperti parasetamol (Tylenol) atau ibuprofen (Advil).

  • Minum banyak cairan agar tubuh tidak kekurangan air.

Kapan Harus ke Dokter Saat Demam?

Demam ringan biasanya bisa diatasi sendiri di rumah. Tapi, kadang demam bisa menjadi tanda penyakit serius yang butuh penanganan cepat.

Segera bawa bayi ke dokter jika:

  • Umurnya kurang dari 3 bulan dan suhu tubuhnya lebih dari 100,4°F (38°C).

  • Umurnya 3–6 bulan, suhu tubuh lebih dari 102°F (38,9°C), dan tampak sangat rewel, lesu, atau tidak nyaman.

  • Umurnya 6–24 bulan, suhu lebih dari 102°F (38,9°C) dan demamnya tidak turun setelah lebih dari 1 hari.

Bawa anak ke dokter jika:

  • Suhu tubuh lebih dari 102,2°F (39°C).

  • Demam tidak hilang setelah lebih dari 3 hari.

  • Anak tidak fokus atau tidak menatap mata kamu dengan baik.

  • Terlihat gelisah atau rewel terus-menerus.

  • Baru saja mendapat imunisasi.

  • Punya penyakit serius atau sistem imun yang lemah.

  • Baru bepergian ke negara berkembang.

Orang dewasa perlu menghubungi dokter jika:

  • Suhu tubuh lebih dari 103°F (39,4°C).

  • Demam berlangsung lebih dari 3 hari.

  • Punya penyakit serius atau daya tahan tubuh lemah.

  • Baru kembali dari negara berkembang.

Segera ke dokter jika kamu atau anakmu mengalami demam disertai gejala berikut:

  • Sakit kepala hebat

  • Tenggorokan bengkak

  • Ruam kulit (terutama jika makin parah)

  • Sensitif terhadap cahaya terang

  • Leher kaku dan sakit

  • Muntah terus-menerus

  • Lesu atau rewel

  • Sakit perut

  • Nyeri saat buang air kecil

  • Otot terasa lemah

  • Sulit bernapas atau nyeri dada

  • Bingung atau linglung

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes medis untuk mencari tahu penyebab demam dan menentukan pengobatan yang tepat.

Kesimpulan

Demam adalah peningkatan suhu tubuh yang biasanya bisa diatasi dengan istirahat, minum banyak cairan, dan obat penurun demam ringan seperti parasetamol atau ibuprofen. Namun, jika demam berlangsung lama, suhu sangat tinggi, atau disertai gejala serius seperti muntah, sakit kepala parah, atau kesulitan bernapas, segera konsultasikan ke dokter. Terutama untuk bayi dan anak kecil, demam bisa menjadi tanda kondisi yang membutuhkan penanganan medis cepat. Jadi, penting untuk mengenali gejala dan mengetahui kapan harus mencari bantuan medis.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *