Rambut rontok (alopecia) adalah kondisi yang cukup umum terjadi. Meskipun lebih sering dialami oleh orang dewasa yang lebih tua, siapa saja bisa mengalaminya, termasuk anak-anak.

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), normalnya seseorang kehilangan sekitar 50 hingga 100 helai rambut setiap hari. Dengan jumlah rambut di kepala sekitar 100.000 helai, kerontokan sebanyak itu biasanya tidak terlihat. Rambut baru biasanya akan tumbuh menggantikan rambut yang rontok, tapi ini tidak selalu terjadi.

Rambut rontok bisa terjadi secara perlahan selama bertahun-tahun atau bisa juga muncul secara tiba-tiba. Tergantung pada penyebabnya, kerontokan ini bisa bersifat sementara atau permanen.

Sedang bingung apakah yang Anda alami hanya kerontokan rambut biasa atau sudah masuk kategori rambut rontok? Tidak yakin kapan harus periksa ke dokter? Simak informasi lebih lengkap tentang rambut rontok dan cara mengatasinya di bawah ini.

Gejala Rambut Rontok

Gejala utama dari rambut rontok (alopecia) adalah rambut yang rontok lebih banyak dari biasanya, tapi kadang hal ini sulit untuk disadari.

Beberapa tanda berikut bisa membantu Anda mengenali gejala rambut rontok:

  • Belahan rambut yang melebar: Jika Anda biasanya membelah rambut, perhatikan apakah garis belahan rambut Anda semakin melebar. Ini bisa menjadi tanda rambut mulai menipis.

  • Garis rambut yang mundur: Jika garis rambut Anda terlihat semakin naik atau mundur dari posisi biasanya, itu juga bisa menandakan rambut yang menipis.

  • Rambut yang mudah lepas: Coba perhatikan sisir atau sikat rambut Anda setelah digunakan. Apakah ada lebih banyak rambut yang tersangkut dari biasanya? Jika iya, ini bisa jadi tanda kerontokan.

  • Bercak botak: Munculnya area tanpa rambut dengan ukuran yang bervariasi dan bisa bertambah besar seiring waktu.

  • Saluran air tersumbat rambut: Anda mungkin sering mendapati wastafel atau saluran air di kamar mandi tersumbat karena rambut yang rontok.

  • Rasa sakit atau gatal: Jika rambut rontok disebabkan oleh masalah kulit, Anda mungkin juga merasakan sakit atau gatal di kulit kepala.

Apa Penyebab Rambut Rontok?

Rambut rontok bisa terjadi karena berbagai alasan, dan ada beberapa jenis kerontokan rambut—ada yang umum dan ada yang lebih jarang terjadi. Setiap jenis memiliki penyebab yang berbeda, baik dari dalam tubuh, faktor keturunan, atau faktor luar.

Berikut ini beberapa jenis rambut rontok beserta penyebabnya:

1. Androgenic Alopecia (Kebotakan Pola)

Ini adalah jenis kerontokan rambut yang terjadi karena faktor genetik, seperti kebotakan pada pria atau wanita, dan sering disebut “kebotakan pola” karena mengikuti pola tertentu.

Jenis ini adalah penyebab rambut rontok yang paling umum, dialami oleh hingga 50% orang.

Kerontokan biasanya terjadi secara bertahap. Beberapa orang mulai mengalaminya sejak masa pubertas, sementara yang lain baru menyadarinya saat usia paruh baya.

  • Pada wanita, biasanya ditandai dengan penipisan rambut di seluruh bagian kepala, terutama di bagian belahan rambut. Ini sering terjadi setelah usia 65 tahun, tapi bisa juga muncul lebih awal.

  • Pada pria, kebotakan biasanya dimulai dari bagian pelipis dan puncak kepala, membentuk pola menyerupai huruf “M”.

2. Alopecia Areata

Alopecia areata adalah kondisi autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut, sehingga muncul kebotakan berbentuk bulat yang bisa kecil atau besar. Dalam kasus tertentu, bisa menyebabkan kerontokan total.

Rambut yang rontok tidak hanya di kepala, tapi juga bisa di alis, bulu mata, atau bagian tubuh lainnya.

3. Anagen Effluvium

Jenis ini ditandai dengan kerontokan rambut yang sangat cepat, biasanya akibat perawatan seperti kemoterapi atau terapi radiasi.

Rambut biasanya akan tumbuh kembali setelah pengobatan selesai.

4. Telogen Effluvium

Telogen effluvium adalah kerontokan mendadak yang biasanya terjadi karena stres berat secara emosional atau fisik, seperti trauma, tekanan hidup ekstrem, atau penyakit serius.

Kondisi ini juga bisa terjadi karena perubahan hormon, seperti:

  • Setelah melahirkan

  • Masa nifas

  • Menopause

  • Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

Penyebab lainnya bisa termasuk:

  • Kekurangan nutrisi seperti vitamin atau mineral

  • Gangguan hormon

  • Mulai atau berhenti menggunakan kontrasepsi hormonal

  • Pasca operasi (karena efek bius)

  • Penyakit akut atau infeksi berat seperti COVID-19

Beberapa jenis obat juga dapat menyebabkan kondisi ini, misalnya:

  • Obat pengencer darah (antikoagulan)

  • Obat kejang (antikonvulsan)

  • Retinoid oral

  • Beta-blocker

  • Obat tiroid

Biasanya kerontokan ini akan berhenti dengan sendirinya setelah penyebabnya diatasi.

5. Tinea Capitis (Kurap di Kulit Kepala)

Ini adalah infeksi jamur pada kulit kepala yang menyebabkan munculnya bercak botak yang bersisik dan terasa gatal. Jika tidak segera diobati, bercak bisa membesar dan berisi nanah, bahkan bisa menyebabkan jaringan parut.

Gejala lainnya:

  • Rambut mudah patah

  • Kulit kepala terasa sakit

  • Kulit kepala bersisik berwarna abu-abu atau merah

Infeksi ini bisa diobati dengan obat antijamur.

6. Traction Alopecia

Jenis kerontokan ini terjadi karena tekanan atau tarikan berlebihan pada rambut, misalnya karena sering mengikat rambut terlalu kencang, seperti kepang, ekor kuda, atau sanggul yang ketat.

Apa Saja Pilihan Pengobatan untuk Rambut Rontok?

Ada berbagai pilihan pengobatan untuk rambut rontok, tapi pengobatan terbaik untuk Anda tergantung pada penyebab kerontokan rambut tersebut.

Biasanya, jenis kerontokan yang paling umum diobati dengan obat oles (topikal) atau obat minum (oral), dan ini sering menjadi langkah pertama dalam pengobatan.

Obat yang bisa dibeli bebas (OTC) biasanya berupa krim, gel, larutan, atau busa yang dioleskan langsung ke kulit kepala. Kandungan yang paling umum adalah minoxidil.

Obat resep, seperti finasteride (Propecia), dapat membantu mencegah kerontokan rambut androgenetik lebih lanjut, terutama pada kebotakan pola pria. Obat ini diminum setiap hari untuk memperlambat kerontokan, dan beberapa orang juga mengalami pertumbuhan rambut baru saat menggunakan finasteride.

Dokter juga mungkin memberikan obat anti-inflamasi, seperti kortikosteroid, jika kerontokan rambut disebabkan oleh kondisi autoimun.

Pengobatan baru yang sedang diteliti meliputi terapi laser, microneedling dengan PRP (Platelet Rich Plasma), dan obat oral lainnya. Namun, banyak dari metode ini masih dalam tahap penelitian awal dan memerlukan studi lebih lanjut.

Bagaimana Cara Mencegah Rambut Rontok?

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi kerontokan rambut:

  • Pilih gaya rambut yang longgar. Jika sering mengikat rambut dengan kepang, sanggul, atau kuncir kuda, usahakan agar tidak terlalu kencang supaya rambut tidak mendapat tekanan berlebihan.

  • Hindari terlalu sering menyentuh rambut. Usahakan jangan menarik, memutar, atau menggosok rambut terlalu sering.

  • Keringkan rambut dengan cara menepuk lembut menggunakan handuk setelah keramas, jangan digosok atau diputar-putar dengan handuk.

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya zat besi dan protein untuk mendukung kesehatan rambut.

Produk dan alat styling juga sering menjadi penyebab kerontokan, contohnya:

  • Pengering rambut (hair dryer)

  • Sisir yang dipanaskan

  • Pelurus rambut

  • Produk pewarna rambut

  • Bahan pemutih (bleaching)

  • Penggunaan obat pengeriting rambut (perm)

  • Produk pelurus rambut kimia (relaxer)

Jika memakai alat styling panas, gunakan hanya saat rambut sudah kering dan pilih suhu terendah untuk mengurangi kerusakan.

Jika sedang mengalami rambut rontok, gunakan sampo bayi yang lembut saat keramas. Kecuali rambut sangat berminyak, cobalah untuk keramas setiap dua hari sekali atau lebih jarang.

Kesimpulan

Rambut rontok bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari keturunan, gangguan kesehatan, hingga kebiasaan sehari-hari. Pilihan pengobatan terbaik tergantung pada penyebabnya, mulai dari penggunaan obat oles seperti minoxidil, obat resep seperti finasteride, hingga terapi baru seperti laser dan microneedling.

Untuk mencegah kerontokan, penting menjaga gaya rambut yang longgar, menghindari kebiasaan menyentuh atau menarik rambut, serta menjaga pola makan sehat kaya zat besi dan protein. Selain itu, penggunaan alat dan produk styling harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak rambut.

Perawatan rambut yang tepat dan penanganan sejak dini dapat membantu mengurangi kerontokan dan menjaga kesehatan rambut Anda.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *