Alergi adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap zat asing, atau alergen, yang sebenarnya tidak berbahaya bagi tubuh. Gejala dan pengobatan alergi dapat berbeda-beda tergantung pada jenis alergi yang Anda alami.
Sistem kekebalan tubuh berfungsi menjaga kesehatan dengan melawan patogen yang berbahaya. Sistem ini bekerja dengan menghasilkan antibodi, seperti imunoglobulin, yang melawan bakteri, virus, parasit, atau bahan kimia tertentu. Salah satu jenis imunoglobulin, yaitu Imunoglobulin E (IgE), bereaksi terhadap zat tertentu dan memicu reaksi alergi.
Reaksi alergi dapat menyebabkan gejala beragam, mulai dari peradangan ringan hingga kondisi yang mengancam jiwa.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), 1 dari 3 orang di Amerika Serikat memiliki alergi.
Baca lebih lanjut untuk mengetahui jenis, gejala, penyebab alergi, dan cara mengatasinya.
Jenis Alergi
Menurut Allergy UK, berikut beberapa jenis alergi:
- Alergi makanan
- Hayfever (rinitis alergi)
- Asma
- Dermatitis atopik (eksim)
- Alergi kulit
- Alergi obat
- Alergi akibat gigitan serangga
Gejala Alergi
Gejala alergi dapat bervariasi tergantung jenis dan tingkat keparahannya. Menurut American College of Allergy, Asthma, and Immunology (ACAAI), gejala alergi yang umum meliputi:
- Hidung tersumbat
- Hidung meler
- Bersin-bersin
- Batuk
- Kelelahan
- Sakit kepala
- Ruam, seperti biduran
- Mual
- Muntah
- Demam
- Mengi
- Sulit bernapas
Gejala Alergi Kulit
Gejala pada kulit dapat menunjukkan reaksi alergi. Misalnya, Anda mungkin merasakan sensasi kesemutan di mulut setelah makan makanan tertentu atau mengalami reaksi alergi saat kulit bersentuhan langsung dengan alergen (dikenal sebagai dermatitis kontak).
Gejala alergi kulit meliputi:
- Ruam
- Biduran
- Mata bengkak, berair, atau sembap
- Gatal
- Sensasi terbakar
Penyebab Alergi
Hingga kini, penyebab sistem kekebalan tubuh memicu reaksi alergi terhadap zat asing yang seharusnya tidak berbahaya masih belum sepenuhnya dipahami.
Namun, peneliti telah mengidentifikasi beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko alergi, termasuk:
- Usia lanjut
- Faktor genetik
- Perubahan hormonal (terutama pada individu yang dilahirkan sebagai perempuan)
- Sistem kekebalan yang melemah
- Perubahan mikrobioma usus
- Memiliki riwayat alergi lain, seperti dermatitis atopik
Alergen umum yang dapat menyebabkan alergi meliputi makanan, obat-obatan, dan iritan lingkungan. Penyebab alergi bergantung pada cara alergen masuk ke tubuh:
- Melalui Makanan: Makanan seperti kacang, susu sapi, wijen, ikan, kerang, dan kacang pohon dapat memicu alergi. Obat oral seperti penisilin juga dapat menyebabkan reaksi.
- Melalui Udara: Iritan lingkungan seperti polusi, bulu hewan, jamur, serbuk sari, dan tungau debu dapat memicu alergi.
- Kontak Langsung: Alergi juga dapat dipicu oleh kontak langsung dengan alergen, seperti sengatan serangga, sinar matahari, tanaman tertentu, lateks, atau logam tertentu.
Pengobatan Alergi
Cara terbaik untuk mencegah alergi adalah dengan menghindari alergen yang memicu reaksi. Namun, jika itu tidak memungkinkan, ada beberapa pilihan pengobatan yang tersedia.
Obat-obatan
Pengobatan alergi biasanya melibatkan obat-obatan yang tersedia secara bebas atau dengan resep dokter. Obat ini bisa berupa semprotan hidung, pil, cairan, atau salep topikal.
Beberapa jenis obat alergi meliputi:
- Antihistamin: seperti diphenhydramine (Benadryl), loratadine (Claritin), dan cetirizine (Zyrtec)
- Kortikosteroid
- Dekongestan: seperti Afrin, Suphedrine PE, Sudafed
- Penstabil sel mast: yang mencegah pelepasan histamin oleh sel mast
Sangat penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis untuk menentukan rencana pengelolaan alergi yang paling sesuai.
Imunoterapi
Imunoterapi adalah pengobatan yang melibatkan pemberian dosis kecil alergen untuk membantu tubuh beradaptasi secara bertahap.
Ada dua jenis imunoterapi:
- Suntikan: Memerlukan beberapa suntikan selama beberapa tahun. Cocok untuk alergi seperti serbuk sari, bulu hewan, sengatan serangga, dan asma.
- Imunoterapi sublingual (SLIT): Melibatkan pemberian dosis kecil alergen di bawah lidah. Cocok untuk asma dan alergi hidung, seperti tungau debu, ragweed, dan rumput.
Imunoterapi yang berhasil dapat mencegah gejala alergi muncul kembali.
Epinefrin Darurat
Jika Anda memiliki alergi parah yang mengancam jiwa, Anda mungkin perlu membawa autoinjektor epinefrin darurat. Ini adalah pengobatan utama untuk anafilaksis.
Suntikan ini membantu menghentikan reaksi alergi hingga bantuan medis tiba. Merek yang umum termasuk:
- Epipen
- Twinject
- Emerade
- Jext
Pengobatan Alami
Beberapa pengobatan alami dan suplemen dapat membantu meredakan gejala alergi, seperti:
- Membilas hidung dengan larutan saline
- Membersihkan filter udara di rumah
- Menggunakan pelembap udara (humidifier)
- Mencoba minyak esensial
- Mengubah pola makan
Namun, penelitian yang mendukung efektivitas pengobatan alami ini masih terbatas. Pengobatan ini sebaiknya digunakan bersamaan dengan perawatan medis, seperti obat-obatan dan imunoterapi.
Perlu diingat, beberapa pengobatan rumahan justru bisa memicu gejala alergi pada beberapa orang. Misalnya, teh kering yang menggunakan bunga atau tanaman yang terkait dengan alergen dapat menyebabkan bersin atau reaksi alergi.
Alergi dapat dikelola dengan menghindari alergen, menggunakan obat-obatan, atau menjalani imunoterapi untuk mengurangi sensitivitas terhadap alergen. Dalam kasus alergi parah, epinefrin darurat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.
Selain itu, pengobatan alami dapat digunakan untuk membantu meredakan gejala, tetapi harus dikombinasikan dengan perawatan medis yang tepat. Konsultasi dengan tenaga medis sangat penting untuk menentukan pengelolaan alergi yang paling sesuai dan efektif.
