Sariawan, termasuk yang dikenal sebagai canker sores, adalah luka kecil yang muncul di dalam mulut. Penyebab sariawan belum diketahui secara pasti, tetapi beberapa faktor seperti luka ringan, alergi, atau sensitivitas tertentu dapat memicunya.

Sariawan: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Sariawan merupakan luka kecil yang terasa perih dan biasanya muncul di bagian dalam mulut atau di dasar gusi. Kondisi ini dapat membuat aktivitas sehari-hari seperti makan, minum, dan berbicara menjadi tidak nyaman.

Beberapa jenis sariawan yang umum terjadi antara lain canker sores dan luka yang disebabkan oleh penyakit tangan, kaki, dan mulut.

Sariawan umumnya tidak menular dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 2 minggu tanpa pengobatan khusus. Namun, jika sariawan berukuran besar, terasa sangat nyeri, atau tidak kunjung sembuh dalam waktu lama, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter atau dokter gigi.

Penyebab Sariawan di Mulut

Meskipun penyebab pasti sariawan belum diketahui, ada beberapa faktor risiko dan pemicu yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi ini.

Beberapa kelompok yang lebih rentan mengalami sariawan antara lain wanita, anak-anak, remaja, serta orang yang memiliki riwayat keluarga dengan masalah serupa.

Berikut beberapa pemicu sariawan yang perlu diketahui:

  1. Cedera ringan pada mulut, seperti akibat perawatan gigi, menyikat gigi terlalu keras, cedera saat olahraga, atau tidak sengaja menggigit bagian dalam mulut
  2. Penggunaan behel atau kawat gigi
  3. Pasta gigi atau obat kumur yang mengandung sodium lauryl sulfate (SLS)
  4. Reaksi alergi terhadap bakteri di dalam mulut
  5. Infeksi bakteri, virus, atau jamur, seperti penyakit tangan, kaki, dan mulut
  6. Sensitivitas terhadap makanan atau minuman asam, seperti stroberi, buah jeruk, nanas, cokelat, dan kopi
  7. Kekurangan nutrisi tertentu, terutama vitamin B9 (folat), vitamin B12, zinc, dan zat besi
  8. Perubahan hormon, misalnya saat menstruasi atau kehamilan
  9. Stres emosional
  10. Kurang tidur

Sariawan Bisa Menjadi Tanda Penyakit Serius

Dalam beberapa kasus, sariawan juga dapat menjadi tanda adanya kondisi medis yang lebih serius dan memerlukan penanganan lebih lanjut, seperti:

  • Penyakit celiac
  • Penyakit radang usus (IBD), termasuk kolitis ulseratif
  • Diabetes
  • HIV
  • Penyakit autoimun, seperti:
    • Lupus
    • Lichen planus oral
    • Penyakit Behçet (kondisi langka yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah)

Gejala Sariawan di Mulut yang Perlu Diketahui

Gejala sariawan bisa berbeda-beda tergantung penyebabnya. Namun, secara umum, tanda-tanda yang sering muncul meliputi:

  • Luka kecil di mulut yang terasa nyeri, biasanya berwarna putih, kuning, atau kemerahan
  • Sariawan muncul di bagian dalam mulut, seperti lidah, pipi bagian dalam, atau bibir
  • Area di sekitar luka terlihat kemerahan atau mengalami perubahan warna
  • Rasa sakit yang semakin terasa saat makan, minum, atau berbicara

Dalam beberapa kasus, seseorang bisa mengalami lebih dari satu sariawan sekaligus.

Sariawan umumnya tidak menular, kecuali jika disebabkan oleh infeksi tertentu seperti penyakit tangan, kaki, dan mulut.

Jenis-Jenis Sariawan yang Paling Umum

Jenis sariawan yang paling sering terjadi adalah canker sores. Sekitar 20% orang pernah mengalaminya setidaknya sekali dalam hidup. Berikut tiga jenis utama sariawan:

1. Sariawan Minor

Sariawan minor berukuran kecil, biasanya berbentuk bulat atau oval dengan diameter kurang dari 5 mm. Jenis ini dapat sembuh dalam waktu 1–2 minggu dan tidak meninggalkan bekas luka.

Sebagian besar kasus sariawan termasuk dalam kategori ini, sehingga menjadi jenis yang paling umum.

2. Sariawan Mayor

Sariawan mayor memiliki ukuran lebih besar dan luka yang lebih dalam dibandingkan sariawan minor, biasanya lebih dari 10 mm.

Luka ini memiliki tepi yang tidak beraturan dan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh, bahkan bisa berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Sariawan jenis ini juga berisiko meninggalkan bekas luka permanen.

3. Sariawan Herpetiform

Sariawan herpetiform berukuran sangat kecil seperti titik-titik dan biasanya muncul secara berkelompok, terutama di area lidah.

Beberapa luka kecil ini bisa bergabung menjadi satu luka yang lebih besar. Meski bentuknya mirip luka akibat herpes, sariawan jenis ini tidak berhubungan dengan infeksi herpes.

Biasanya, sariawan herpetiform dapat sembuh dalam waktu sekitar 1 bulan tanpa meninggalkan bekas.

Cara Mengobati Sariawan di Mulut

Sebagian besar sariawan dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan khusus. Namun, jika terasa sangat nyeri atau sering kambuh, Anda bisa mencoba beberapa cara berikut untuk mempercepat penyembuhan:

  • Mengoleskan pasta dari campuran baking soda pada sariawan
  • Menggunakan salep atau gel khusus untuk sariawan
  • Mengoleskan susu magnesia pada area luka
  • Berkumur dengan air garam atau campuran air dan baking soda
  • Menggunakan obat kumur yang mengandung steroid untuk mengurangi peradangan
  • Mengompres sariawan dengan es untuk meredakan nyeri
  • Menempelkan kantong teh basah pada luka
  • Mengonsumsi suplemen jika mengalami kekurangan nutrisi seperti vitamin B9, vitamin B12, zinc, atau zat besi
  • Menggunakan obat oles yang dijual bebas yang mengandung benzocaine
  • Mencoba bahan alami seperti echinacea, myrrh, atau akar licorice

Cara Mencegah Sariawan Agar Tidak Sering Kambuh

Untuk mengurangi risiko munculnya sariawan, Anda bisa menerapkan beberapa langkah berikut:

  • Hindari makanan yang dapat mengiritasi mulut, seperti makanan asam, pedas, kacang-kacangan, atau keripik
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk biji-bijian utuh serta buah dan sayur yang tidak asam
  • Hindari berbicara saat mengunyah untuk mencegah tergigitnya bagian dalam mulut
  • Kelola stres dengan baik
  • Jaga kebersihan mulut dengan rutin menyikat gigi dan menggunakan benang gigi
  • Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan hindari obat kumur yang mengandung alkohol atau SLS
  • Konsultasikan ke dokter gigi jika menggunakan behel atau alat yang memiliki bagian tajam
  • Pastikan tubuh mendapatkan istirahat dan tidur yang cukup

Kesimpulan

Sariawan adalah kondisi umum berupa luka kecil di dalam mulut yang dapat menyebabkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan saat makan, minum, maupun berbicara. Meskipun biasanya tidak berbahaya dan bisa sembuh sendiri dalam waktu 1–2 minggu, sariawan tetap perlu diperhatikan, terutama jika sering muncul, berukuran besar, atau tidak kunjung sembuh.

Berbagai faktor dapat memicu sariawan, mulai dari cedera ringan, stres, kekurangan nutrisi, hingga kondisi kesehatan tertentu. Gejalanya pun beragam, tergantung jenis dan penyebabnya. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini agar dapat melakukan penanganan yang tepat.

Perawatan sariawan bisa dilakukan dengan cara sederhana, baik menggunakan bahan alami maupun produk medis yang tersedia bebas. Selain itu, menjaga kebersihan mulut, mengatur pola makan sehat, serta mengelola stres juga menjadi langkah penting untuk mencegah sariawan kambuh.

Dengan pemahaman yang tepat dan perawatan yang konsisten, sariawan dapat diatasi dengan efektif sekaligus mencegah risiko munculnya kembali di kemudian hari.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *